Jumat, 10 Desember 2010

STUKTUR SEL PADA HEWAN

Struktur Sel Pada Hewan Dan Tumbuhan


Sel merupakan unit terkecil kehidupan. Sehingga dapat diartikan sebagai suatu kesatuan yang membentuk kehidupan. Berdasarkan sel penyusunnya makhluk hidup dibagi menjadi 2,
Multiseluler dan uni seluler. Manusia merupakan multiseluler karena sel penyusunnya sangat banyak dan sangat komplek.

secara umum struktur sel hewan dan tumbuhan sangatlah berbeda,
perbedaan ini terletak pada organ penyusunnya. untuk dapat lebih memahami perbedaan tersebut Anda bisa mendownloadnya dalam bentuk dokumen (D

GUNUNG MELETUS

 Gunung Meletus















Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan status Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur, berubah dari Siaga menjadi Awas sejak hari Selasa (23/11) pukul 16.30 WIB.

Dalam situs internetnya, PVMBG menyatakan perubahan status ini disebabkan oleh meningkatnya gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal di gunung yang tingginya 2329 meter dari permukaan laut.

Kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Api Agus Budianto menjelaskan, "Sejak awal November gempa vulkanik meningkat. Tangal 20 November mencatat erupsi freatik setelah itu getaran tremornya dekat kawah, amplitudonya dari 2-3 milimeter naik menjadi 30 milimeter. Potensi terjadinya kemungkinan erupsi adalah besar."

Menurut Agus, dengan status awas Gunung Bromo ini, "Artinya dalam dalam kawasan tertentu tidak boleh ada aktivitas masyarakat karena dikhawatirkan potensi ancaman dari letusan itu sendiri."

"Sekarang untuk status awas, potensi erupsi lebih besar dibandingkan tanggal 20 November semakin tinggi, dan dikhawatirkan jika ada aktivitas masyarakat di radius 2,5 sampai 3 kilometer, berpotensi terkena ancaman jika terjadi erupsi," kata Agus Budianto.

Menurut PVMBG, status kegiatan Gunung Bromo akan dinaikkan atau diturunkan jika terjadi peningkatan atau penurunan aktivitas yang dipantau dari Pos Pengamatan Gunung Bromo.
Diharap tenang

PVMBG menyatakan "masyarakat di sekitar Gunung Bromo diharap tetap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Bromo."

Selanjutnya dikatakan, "guna mengurangi resiko bencana erupsi Gunung Bromo, masyarakat dan pengujung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan mendekati dalam radius 3 km dari kawah aktif".

"Area kaldera lautan pasir dalam radius 2,5 km dari kawah aktif harus steril dan tertutup dari aktivitas masyarakat dan wisata," demikian keterangan PVMBG.

Mengenai potensi bahaya dari Gunung Bromo, PVMBG menyebutkan aktivitas letusan Gunung Bromo tahun 2004 berlangsung singkat dengan karakter letusan freatik dan ciri-ciri awal yang kurang jelas.

Disebutkan pula, "hembusan asap berwarna putih tipis tekanan lemah, tinggi 100-150 meter di atas bibir kawah, condong ke arah utara."

Dalam letusan tahun 2004, dua orang tewas, satu diantaranya adalah wisatawan asing dan lima lainnya menderita luka-luka.

Gunung Bromo merupakan tujuan wisata populer di Jawa Timur. Sebagian wisatawan bermalam di daerah puncak kawasan Bromo untuk menikmati pemandangan matahari terbit yang indah di sana

Sabtu, 04 Desember 2010


Mari Belajar Bersama

Sistem Saraf Manusia

2 Maret 2010
oleh DELTA FORCE
Sistem syaraf adalah sebuah sistem organ yang mengandung jaringan sel-sel khusus yang disebut neuron yang mengkoordinasikan tindakan binatang dan mengirimkan sinyal antara berbagai bagian tubuhnya. Pada kebanyakan hewan sistem saraf terdiri dari dua bagian, pusat dan perifer. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf perifer terdiri dari neuron sensorik, kelompok neuron yang disebut ganglia, dan saraf menghubungkan mereka satu sama lain dan sistem saraf pusat. Daerah ini semua saling berhubungan melalui jalur saraf yang kompleks. Di sistem saraf enterik, suatu subsistem dari sistem saraf perifer, memiliki kapasitas, bahkan ketika dipisahkan dari sisa dari sistem saraf melalui sambungan primer oleh saraf vagus, untuk berfungsi dengan mandiri dalam mengendalikan sistem gastrointestinal.
Neuron mengirimkan sinyal ke sel lain sebagai gelombang elektrokimia perjalanan sepanjang serat tipis yang disebut akson, yang menyebabkan zat kimia yang disebut neurotransmitter yang akan dirilis di persimpangan yang disebut sinapsis. Sebuah sel yang menerima sinyal sinaptik mungkin bersemangat, terhambat, atau sebaliknya dimodulasi. Sensory neuron diaktifkan oleh rangsangan fisik menimpa mereka, dan mengirim sinyal yang menginformasikan sistem saraf pusat negara bagian tubuh dan lingkungan eksternal. Motor neuron, terletak baik dalam sistem saraf pusat atau di perifer ganglia, menghubungkan sistem saraf otot atau organ-organ efektor lain. Sentral neuron, yang pada vertebrata sangat lebih banyak daripada jenis lain, membuat semua input dan output mereka koneksi dengan neuron lain. Interaksi dari semua jenis bentuk neuron sirkuit neural yang menghasilkan suatu organisme persepsi dari dunia dan menentukan perilaku. Seiring dengan neuron, sistem saraf mengandung sel-sel khusus lainnya yang disebut sel-sel glial (atau hanya glia), yang menyediakan dukungan struktural dan metabolik.
Sistem saraf ditemukan di sebagian besar hewan multiseluler, tapi sangat bervariasi dalam kompleksitasnya. Porifera tidak memiliki sistem saraf, walaupun mereka telah homologs dari banyak gen yang memainkan peran penting dalam fungsi sistem saraf, dan mampu seluruh tubuh beberapa tanggapan, termasuk bentuk primitif penggerak. Mesozoans-Placozoans dan hewan sederhana lainnya yang tidak diklasifikasikan sebagai bagian dari Subkerajaan Eumetazoa-juga tidak memiliki sistem saraf. Dalam Radiata (radial simetris binatang seperti ubur-ubur) Sistem saraf terdiri dari jaring syaraf yang sederhana. Bilateria, yang mencakup sebagian besar vertebrata dan invertebrata, semua memiliki sistem saraf yang berisi otak, saraf tulang belakang, dan saraf perifer. Ukuran sistem saraf bilaterian berkisar dari beberapa ratus sel dalam cacing yang paling sederhana, untuk di urutan 100 milyar sel pada manusia.

Sistem Ekskresi Pada Manusia

Pada tubuh manusia terjadi metabolisme yang mengkoordinasi kerja tubuh. Proses metabolisme selain menghasilkan zat yang berguna bagi tubuh tetapi juga menghasilkan zat-zat sisa yang tidak berguna bagi tubuh. Zat-zat sisa yang berguna bagi tubuh dapat bermanfaat bagi tubuh kita dalam kelangsungan hidup. Hasil –hasil metabolisme yang berupa zat-zat sisa yang tidak dimanfaatkan lagi oleh tubuh berupa racun. Zat-zat sisa tersebut perlu dikeluarkan dari tubuh melalui organ-organ tubuh tertentu.
Pengeluaran zat sisa tersebut diperlukan sistem pengeluaran yang disebut sistem ekskresi. Sistem ekskresi merupakan pengeluaran limbah hasil metabolisme pada organisme hidup. Zat sisa metabolisme yang harus dikeluarkan antara lain karbondioksida (CO2), urea, air (H2O), amonia (NH3), kelebihan vitamin, dan zat warna empedu. Organ pengeluaran zat sisa pada manusia berupa ginjal, kulit, paru-paru dan hati.
a.
Struktur Ginjal
Struktur Ginjal
b.
struktur kulit
struktur kulit
c.
paru-paru manusia
paru-paru manusia
d.
hati manusia
hati manusia
baca selengkapnya tentang sistem ekskresi pada manusia.sistem ekskresi pada manusia

sistem pernapasan manusia


Sistem Pernapasan pada Manusia
Pernapasan atau respirasi adalah pertukaran gas antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Mungkin kalian mikir, bernapas jg itu adalah suatu hal yang wajar. Setiap hari kita bernapas kok. Memang iya. Tapi kalian belum melihat proses pernapasan dan juga bagian'' dalam tubuh(organ) yang terlibat dalam proses pernapasan ini kan? Kalo gitu, ayo kita perhatikan dan membahas lebih jauh tentang pernapasan.
Pertama-tama, kita harus tau dulu alat-alat pernapasan manusia yang dimulai dari rongga hidung, faring (tekak), laring (pangkal tenggorokan), trakea (batang tenggorokan), bronkus (cabang tenggorokan), dan pulmo (paru-paru). Berikut akan dijelaskan secara lanjut.

Rongga hidung: Selama ini, rongga hidung yang kalian tau adalah "tempat" keluar masuknya udara dan juga upil. Memang benar. Tapi ternyata di dalamnya jauh lebih kompleks dari yang kalian kira lo. Di dalamnya terdapat proses penyaringan, penghangatan, dan pengaturan kelembaban dan yang bertugas dalam menangani ketiga proses di atas adalah sang "BULU HIDUNG" yang akan menyesuaikan kelembaban, dan kehangatan udara sesuai dengantubuh kita.



Faring(tekak)
: Tekak ini terdapat dibelakang rongga hidung dan mulut kita. Yang kalau disentuh, kita bisa muntah. Faring berfungsi sebagai jalan bagi udara dan makanan. Di dalam terdapat amandel dan juga berfungsi sebagai ruang getar untuk menghasilkan suara.




Laring(pangkal tenggorokan) : Laring ini terdapat di antara faring dan trakea. Dindingnya terdiri dari 9 buah tulang rawan.Di dalamnya terdapat epiglotis dan pita suara . Wah, jadi, kalo seandainya kita ga punya laring, pita suara kita mau taro di mana ya. Pada saat kita menelan makanan, epiglotisnya ditutup, jadi, kita ga keselek. Makanannya diarahkan ke tempat yang bener yaitu kerongkongan.





Trakea(batang tenggoro
kan): Trakea ini berbentuk seperti pita yg terletak memanjang dibagian leher dan rongga dada. Di dalam trakea ini terdapat rambut getar (silia) dan juga selaput lendir. Trakea pun dibagi lagi menjadi 2 cabang yaitu menuju ke paru-paru kiri, dan yang satunya lagi menuju paru-paru kanan. Wah, ribet bener. Cabang trakea disebut sebagai bronkus.




Pulmo(paru-paru):
Pada bagian terakhir ini, kita membahas tentang pulmo yg terletak didalam rongga dada bagian atas. Paru-paru dibagi menjadi 2 bagian yaitu, paru'' kanan dan paru'' kiri. Paru-paru kanan terdiri dari 3 gelambir, dan paru paru kiri terdiri dari 2 gelambir. Paru-paru pun dibungkus dengan selaput tipis yang disebut pleura. Masing masing bronkus membentuk bronkiolus dan bronkiolus bercabang-cabang menjadi pembuluh halus yang berakhir pada alveolus(gelembung paru-paru). (shei)

sistem pernafasan manusia

SISTEM SARAF MANUSIA


Rangkuman

1. Semua kegiatan organ tubuh diatur dan di kendalikan oleh system Koordinasi yang terdiri dari system saraf dan system hormon.
2. Sistem Saraf dapat menerima rangsangan dan mengirimkan pesan ke saraf pusat dan selanjutnya memberikan tanggapan.
3. Fungsi system saraf antara lain:
a. Untuk mengenal perubahan di luar tubuh,mengaturr tanggapan terhadap keadaan sekitar,dan 
b. Mengatur kerja organ tubuh.
4. Bagian terkecil system saraf adalah sel saraf (neuron) yang terdiri dari badan Sel saraf dan inti sel saraf.
5. Badan Sel saraf mempunyai penjuluran sitoplasma.Penjuluran Sitoplasma yang penting di sebut neurit(akson),sedangkan penjuluran sitoplasma yang pendek di sebut dendrite.
6. Berdasarkan fungsinya,sel saraf di bedakan menjadi tiga,yaitu sel saraf sensori,sel saraf motor dan sel saraf penghubung.
7. Sistem saraf terdiri dari system saraf pusat dan system saraf tepi.Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang.
8. system saraf tepi menghubungkan system saraf pusat dengan organ tubuh.Sistem saraf tepi terdiri dari system saraf Somatik dan Saraf Autonom.
9. Sistem saraf Autonom terdiri dari system saraf simpatetik dan system saraf parasimpatetik.sistem saraf simpatetik berfungsi mempercepat organ tertentu, sedangkan system saraf parasimpatetik memperlambat kerja organ tertentu. Kerja keduanya saling berlawanan (antagonis)
10. Tanggapan atau reaksi terhadap rangsangan dapat berupa gerak biasa dan dapat pula berupa gerak refleks.Gerak biasa terjadi karena ada perintah dari otak.gerak refleks terjadi karena ada perintah dari otak.gerak refleks terjadi tanpa perintah otak,tetapi langsung melalui saraf penghubung di sumsum tulang belakang.